MAKASSAR MEDIA WASPADA Sorotan tajam mengarah pada pelaksanaan sistim penerimaan murid baru ( SPMB ) 2026 di UPT SPF SMPN 1 Makassar belakangan ini berkembang dugaan kuat adanya peserta didik yang diterima masuk sekolah tersebut tidak melalui prosedur resmi melainkan menggunakan jalur yang kerap disebut masyarakat sebagai lewat jendela atau populer dengan sebutan ( siswa siluman )
Informasi yang beredar di kalangan masyarakat dan orang tua calon siswa menyebutkan praktik diduga melibatkan oknum yang mengaku sebagai bagian dari panitia pelaksana ( SPMB ) oknum tersebut dikabarkan melalui TLP memanggil orang tua calon siswa untuk datang kesekolah SMPN 1 Makassar kepada para orang tua calon siswa seolah memiliki wewenang khusus untuk memasukkan nama calon siswa ke dalam daftar penerimaan di luar kuota dan aturan yang berlaku
Dugaan ini memicu keresahan luas di tengah masyarakat terlebih SMPN 1 Makassar merupakan salah satu sekolah yang paling banyak diminati dengan persaingan masuk yang sangat ketat masyarakat mempertanyakan keabsahan seluruh daftar nama peserta didik yang telah dinyatakan lulus serta meminta aparat dan pihak berwenang melakukan pengecekan menyeluruh guna memastikan tidak ada manipulasi data
Sebelumnya saat dikonfirmasi awak media di ruang guru sekolah kepala sekolah SMPN 1 Makassar marawis membenarkan adanya penyesuaian kuota kapasitas dari 32 menjadi 35 siswa per rombongan belajar dari total 11 rombel kendati demikian penambahan kuota ini justru makin memancing tanda tanya publik apakah penyesuaian tersebut dimanfaatkan pihak pihak tertentu untuk memasukkan siswa secara tidak sah
Hingga saat ini belum ada penjelasan rinci dari pihak sekolah maupun panitia ( spmb ) terkait dugaan keterlibatan oknum panitia dalam praktik tersebut masyarakat berharap kasus ini segera diusut secara transparan agar prinsip keadilan keterbukaan dan kejujuran dalam penerimaan peserta didik baru bener benar di tegakkan 26/7/2026 **B **

