MAKASSAR. MEDIA WASPADA 10 mei 2026 isu bermunculan di lingkungan pendidikan kota Makassar menyangkut Mahyuddin S Pd M pd selaku pelaksana tugas ( PLT ) kepala sekolah UPT SPF SMPN 40 Makassar iya telah mencatut nama dinas pendidikan ( Disdik ) kota Makassar sebagai alasan untuk menghentikan langganan dan kerja sama dengan sejumlah media online yang telah menjalin kemitraan dengan sekolah tersebut selama hampir satu dekade
Berdasarkan informasi yang dihimpun kerja sama antara sekolah dan media online tersebut telah terjalin sejak masa kepemimpinan mantan H Ahmad lamo sebelum beliau memasuki masa purnabakti selama kurang lebih 10 tahun kemitraan itu berjalan baik saling mendukung publikasi kegiatan pendidikan serta membangun hubungan harmonis yang saling menguntungkan kedua belah pihak
Namun suasana berubah seiring penunjukan Mahyuddin sebagai PLT kepala sekolah bersama bendahara sekolah ia mengambil keputusan sepihak untuk menghentikan seluruh kerja sama langganan media online tindakan tersebut dibenamkan dengan alasan seolah olah merupakan kebijakan atau perintah dari ( Disdik ) kota Makassar padahal kabar tersebut tidak memiliki dasar yang jelas dan belum ada pemberitahuan resmi terkait hal itu
Sikap Mahyuddin S Pd M pun menuai kritik keras terutama terkait cara ia menyampaikan keputusan tersebut saat di temui awak media di ruang tunggu sekolah ia dikatakan bersikap arogan dan mengintervensi menggunakan nada bicara yang kurang pantas saat menyampaikan kebijakan
Penghentian kerja sama yang telah terjalin sekian lama sikap itu dinilai jauh berbeda dengan gaya kepemimpinan kepala sekolah sebelumnya yang dikenal bijaksana dan menjaga hubungan baik dengan berbagai pihak termasuk pers
Banyak pihak menilai bahwa tindakan dan sikap. yang diperlihatkan Mahyuddin tidak mencerminkan sosok pemimpin yang baik bahkan muncul pendapat dari kalangan pendidik dan warga sekolah bahwa Mahyuddin dianggap belum pantas memegang kendali pimpinan UPT SPF SMPN 40 Makassar pasalnya masih banyak
Tenaga pendidik lain yang lebih. senior berpengalaman dan dinilai lebih bijak dalam mengambil keputusan tanpa harus menampakkan arogansinya yang merugikan hubungan kemitraan yang sudah dibangun bertahun tahun
Hingga berita ini diturunkan belum ada penjelasan resmi dari Mahyuddin maupun pihak Disdik kota Makassar terkait isu pencatutan nama dinas dan keputusan sepihak pemutusan kerja sama tersebut warga sekolah dan awak media berharap persoalan ini segera mendapatkan kejelasan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang lebih meluas serta menjaga citra institusi pendidikan kota Makassar 10/5/2026 ( B )

